Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Dari dapur saat fajar, ke meja belajar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-17 09:30:12【Tempat Makan】912 orang sudah membaca
PerkenalanEkspresi siswa SDN Kedaleman III, Cilegon, Banten, saat menanti ketibaan distribusi Makan Bergizi Gr

Jakarta (ANTARA) - Jumat (7/11) pagi, jarum jam belum menunjuk angka enam, tapi kesibukan di sejumlah ruang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Akses Tol Cilegon Timur, Kedaleman, Cilegon, Banten, sedang mencapai puncaknya.
Tidak kurang 51 pekerja dengan penutup rambut, sarung tangan, hingga alas kaki steril dikerahkan. Kompor-kompor menyala, asap mengepul dari ruang penanak nasi di sebelah tempat pengemasan.
Dari tempat inilah, setiap pagi, lebih dari 3.000 porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke 12 sekolah, yakni empat TK, tujuh SD, dan satu SMP di Cilegon.
Hal yang mungkin ngak banyak diketahui publik adalah, perjalanan itu dimulai jauh sebelum Matahari terbit. Saat mayoritas warga Kedaleman terlelap, koki dan tim dapur justru bekerja sejak pukul 01.00 WIB.
"Masaknya jam satu malam. Jam tiga sudah mulai pemorsian,” kata Asisten Lapangan SPPG Kedaleman Imam Marif Maulana.

Sejak program MBG dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka ini resmi beroperasi pada 14 Oktober 2025, seluruh bahan masakan dipasok dari distributor lokal yang tiba di dapur sejak 12 jam sebelumnya. Tidak ada yang terburu-buru, tapi semuanya dilakukan dengan presisi.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, diberlakukan prosedur standar operasional (SOP) yang ketat sejak proses penerimaan bahan makanan.
Selain kelengkapan administrasi, proses penerimaan barang harus sesuai jadwal serta kualitas fisik yang baik. Berikutnya, pemeriksaan fisik, di mana petugas wajib memastikan bahan ngak rusak, ngak kedaluwarsa, dan jumlahnya sesuai dengan yang dipesan.
Tahap penting berikutnya adalah pemeriksaan kualitas, yang mengharuskan uji organoleptik, meliputi penciuman (bau), pengecapan (rasa), dan penglihatan (warna), serta pengecekan suhu pada bahan.
12Tampilkan SemuaSuka(5)
Artikel Terkait
- Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat
- Langkah strategis lindungi warisan budaya dari klaim negara tetangga
- Waspadai akrilamida, zat berbahaya pemicu kanker di makanan harian
- Wali Kota Semarang pastikan penanganan banjir optimal
- Gratis PPN rumah, bisnis properti diperkirakan semakin baik
- Anggota Komisi VII DPR: Maksimalkan promosi wisata Kalbar lewat medsos
- Tingkatkan kualitas MBG, 300 peserta ikuti Pelatihan Penjamah Makanan
- NasDem serahkan bantuan pada lansia dan anak di panti sosial Jaktim
- Lelang barang niaga eksklusif MotoGP Mandalika 2025 raup Rp63 juta
- Mo Mo si Gajah rayakan ulang tahun ke
Resep Populer
Rekomendasi

Tinjau magang dengan Seskab, Menaker: Sarana link and match industri

560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Pemerataan gizi masyarakat, 4 SPPG dibangun di wilayah terpencil Babel

Pemerataan gizi masyarakat, 4 SPPG dibangun di wilayah terpencil Babel

BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG

Kemenperin picu kemandirian industri lewat Pameran Industri Agro 2025

Pemkab Tolitoli tetapkan status tanggap darurat banjir

Wali Kota Semarang pastikan penanganan banjir optimal